Kosong
Berjalan melewati seribu bunga berdaun kaca,
Aku termenung menatapi kilauan dunia,
Tergores serpihan kelopak bunga yang kuambil, di malam seribu malam
Yang menggoresku tanpa isyarat,
Aku merintih bagai keledai, kelelahan di padang pasir,
Dan terus terulang seperti Andromeda, tertelan loophole jagat raya,
Taukah kau,
Segores luka bisa mati rasa,
Ketika menggoresnya di tempat yang sama,
Hingga rintihan anak tertelan derita, tak lagi menggetarkan jiwa.
Aku berjalan diantara kebisuan, kegelapan,
Tak merasa dingin atau panas,
Hanya merasa letih untuk teriak dalam kebisuan
Beranjak tak bisa berlari,
Berontak tak bisa menghancurkan,
Diam malah makin mencekam,
Berbisik pada penguasa cahaya pun tak didengar,
Lalu sayap-sayapku menghilang
Menjadi titik hitam ditengah luasnya kertas putih,
Aku menjadi noda yang ditorehkan penjaga takdir,
Pada ketidakadaan yang diadakan,
Pada keadaan yang harus ditiadakan,
Aku masih berontak,
Karna kosong..
Menerpaku dikala
Kosong....
Aku termenung menatapi kilauan dunia,
Tergores serpihan kelopak bunga yang kuambil, di malam seribu malam
Yang menggoresku tanpa isyarat,
Aku merintih bagai keledai, kelelahan di padang pasir,
Dan terus terulang seperti Andromeda, tertelan loophole jagat raya,
Taukah kau,
Segores luka bisa mati rasa,
Ketika menggoresnya di tempat yang sama,
Hingga rintihan anak tertelan derita, tak lagi menggetarkan jiwa.
Aku berjalan diantara kebisuan, kegelapan,
Tak merasa dingin atau panas,
Hanya merasa letih untuk teriak dalam kebisuan
Beranjak tak bisa berlari,
Berontak tak bisa menghancurkan,
Diam malah makin mencekam,
Berbisik pada penguasa cahaya pun tak didengar,
Lalu sayap-sayapku menghilang
Menjadi titik hitam ditengah luasnya kertas putih,
Aku menjadi noda yang ditorehkan penjaga takdir,
Pada ketidakadaan yang diadakan,
Pada keadaan yang harus ditiadakan,
Aku masih berontak,
Karna kosong..
Menerpaku dikala
Kosong....
Komentar